Pengertian Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Adha Hukum dan Artinya

Selain mandi sunnah pada hari raya idul adha, ada juga amalan ibadah lainnya yang tidak kalah penting dan besar pahalanya jika di amalkan yaitu shalat idul adha. dalam segi pelaksanaannya itu tidak jauh berbeda dengan tata cara shalat idul fitri, dimulai dengan shalat ied dan di akhiri dengan khutbah, dan begitu besar pahala di balik pengemalannya tersebut.

Bahkan ada keterangan yang menyebutkan bahwa pahala sholat idul adha itu lebih besar di banding idul fitri, Dari pada itulah datangnya hari raya qurban ini mari kita sambut dengan pada malam harinya lewat bacaan takbir, tahmid dan tasbih, di pagi harinya sebelum berangkat shalat idul adha di sunnatkan kita untuk mandi atau bersih-bersih dan membacakan niat doa nya.

Selanjutnya ada ibadah penyembelihan hewan qurban yang nantinya akan di bagikan kepada semua warga sesuai dengan banyaknya hewan qurban tersebut. Dan amalan ini bukan hanya bernilai ibadah saja, akan tetapi sudah menjadi rutinitas penting yang di lakukan oleh setiap umat islam di seluruh dunia tanpa kecuali. meskipun banyak rintangan untuk bisa mengerjakan dan mengamalkannya.

Pengertian Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Adha Hukum dan Artinya

Dalam pelaksanaan ibadah hari raya idul adha itu terdapat pula amalan yang tidak kalah pentingnya dari khutbah idul adha itu sendiri yaitu sholat idul adha. Dimana pada bagian ini dari tata cara pelaksanaannya tersebut tidak jauh berbeda dengan sholat idul fitri hanya saja dari segi pembacaan lapadz niatnya yang sangat signifikan sekali, namun secara keseluruhan itu sama saja baik dari dasar hukum maupun pelaksanaannya.

Di tinjau dari segi hukum, tata cara pelaksanaan itu hukumnya sunat muakkad atau sunat yang di kuatkan dan di anjurkan pula untuk dilaksanakan secara berjama’ah. Begitu juga bagi yang sholat sendirian, musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan), orang merdeka ataupun budak. Sementara untuk seorang khunsa (orang yang memiliki dua organ vital) dan perempuan itu di syaratkan tidak bisa mengakibatkan fitnah karena kecantikan maupun tingkah darinya.

Sedangkan untuk yang dikerjakan secara munfarid (sendiri) maka itu sholat idul adha nya itu tidak disyaratkan untuk dilaksanakan secara berjama’ah, begitu pula tidak di sunatkan pula untuk khotib, Begitu pula di sunatkan bagi anak-anak laki yang mumayyij (sebelum baligh) dan bagi orang taunya supaya memerintahkan untuk melaksanakannya agar bisa mendapatkan pahala dari pelaksanaan dan perinyahan mengerjakan sholat idul adha tersebut.

Sebagiamana yang telah di jelaskan dari salah satu kitab fiqh al baijuri juz satu halaman332 dengan redaksinya sebagai berikut:

و الصلاة العيدين)اي الفطر و الاضحى (سنةمؤكدة) و تشرع جماعة و لمنفرد و مسافر وحر و عبد و خنثى و امرأة لا جميلة و لا ذات هيئة

قوله ولمنفرد) فلا تشترط لها الجماعة كما هو ظاهر و لا تسن الخطيب للمنفرد و تسن ايضا للصبي المميز فيطلب من وليه امره بها ليفعلها فيثاب عليها

البيجوري. ١/٣٣٢

Artinya: ” Adapun sholat idlaian (sholat idul fitri dan sholat idul adha) itu hukumnya sunnat muakkad.Dan tatacara pelaksanaan dari sholat idul adha itu dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Begitu juga untuk yang dikerjakan secar sendirian ataupun bagi seorang musafir, orang merdeka dan budak serta bagi khunsa dan wanita dengan syarat keudanya (khunsa dan wanita) tidak menimnulkan fitnah. Adapun ucapan yang di maksud dengan munfarid (sendirian) itu, maka tidka di syaratkan pada pelaksanaannya itu berjama;ah dan tidak di sunatkan pula adanya khotib bagi si munfarid, begitu huga di sunatkan bagi anak yang sudah mumayyij (umur mendekati baligh) dan terhadap orang tuanya untuk memerintahkan agar melaksanakan sholat idul adha tersebut kepada anaknya agar mendapat pahala dari pelaksanaannya tersebut.” Kitab Albaijuri juz 1 halaman 332.

Berikut tata cara sholat idul adha lemgkap dengan sunnah dan bacaan latinnya.

1. Sholat ied dilaksanakan dengan dua rokaat caranya dalam rukun2, sunah2 dan hai’at2nya sama seperti sholat2 yang lainnya.
2. Niatnya cukup dengan niat sholat ied, misalnya

” اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnata ‘Iishil Adhaa Rok’atainiI Mustaqbilal Qiblati Imaaman Lillahi Ta’aalaa

Artinya : “Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”, berbarengan dengan takbirotul ikhrom kemudian membaca doa iftitah seperti biasanya

3. Melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali takbir pada rokaat pertama (7 ini selain takbirotul ikhrom) dan lima kali takbir pada rokaat kedua ( 5 ini selain takbirnya berdiri dari sujud).

Catatan:
Disunnahkan berhenti sebentar setiap diantara dua takbir tambahan tsb kira2 satu ayat tdk panjang jg tdk pendek,
disaat itu disunnahkan bertahlil, bertakbir dan memuji Allah, misalnya dengan membaca kalimat :” subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illallohu Allahu akbar”

Atau membaca kalimat :” laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khoir wahuwa alaa kulli syaiin qodiir ” atau juga membaca kalimat :” subhanakallohumma wabihamdika watabaroka smuka wata’ala jadduka wajalla tsana uka wala ilaaha ghoiruka “.

Dan kalimat diantara setiap dua takbir tambahan tsb tdk dibaca setelah takbir yg ke tujuh dari rokaat pertama atau yg kelima dari roka’at kedua, tetapi setelah takbir ketujuh atau kelima tersebut membaca ta’awudz kemudian membaca surat al fatihah dan surat qof pada rokaat pertama dan membaca surat iqtarobatis sa’atu pada rokaat kedua,
atau membaca surat sabbihis marobbika pada rokaat pertama dan hal ataka pada rokaat kedua, kedua2nya adalah sunnah.

Disunnahkan mengangkat kedua tangan saat melakukan takbir tambahan dan meletakan tangan kanan di atas tangan kiri diantara dua takbir tambahan tsb.jika tdk melakukan takbir tambahan ini maka tdk disunnahkan sujud syahwi.disunnahka membaca jahr atau keras saat membaca bacaan dan takbir, sedangkan dzikir diantara takbir dibaca secara sirri atau pelan.

Sholat ied boleh dilaksanakan sendirian dirumah atau selainnya, boleh pula dilakukan oleh musafir, para budak dan wanita, setelah sholat ied diadakan khutbah, jika tidak ada khutbah maka sholatnya sah dan bagi yang sholat sendirian maka menurut pendapat yang shohih tidak perlu khutbah.

Pengertian tata cara pelaksanaan shalat idul adha hukum waktu niat doa beserta artinya berikut niat puasa arafah ini diambil dari salah satu keterangan yang ada pada kitab-kitab masyhur. Semoga bisa mengamalkannya.