Niat Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap Bahasa Arab dan Artinya

Hal yang mesti diketahui bagi orang atau petugas yang di berikan amanat untuk mengurus mayit dalam hal ini memandikannya adalah sebelum proses kremasi atau memandikan mayit tersebut senantiasa harus di bersihkan mayit tersebut dari hal-hal yang kotor dan najis, terutama pada bagian tubuh yang terhalang seperti lubang hidung, ketiak dan yang lainnya.

Tujuannya supaya ketika proses memandikan mayit itu sesuai dengan apa yang di perintahkan dan keadaan mayit pun suci dan bersih sebelum di sholatkan. begitu pula dari tata cara niat memandikan jenazah di samping ada ketentuan khusus ada pula niat, tata cara memandikan mayit sesuai dengan anjuran. Sebagaimana yang banyak di terangkan dalam beberapa redkasi kitan fiqh yang bersumber pada Alquran dan Alhadits.

Maka dari itu sudah seyogyanya sebagai umat muslim mengetahui betul landasan hukum dan tata cara doa memandikan mayit sesuai dengan koridor keterangan ataupun dalil. Sehingga secara syariat semua amalan tersebut bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang di gariskan. baik untuk mayit anak-anak laki-laki, perempuan maupun yang dewasa semuanya ada ilmu dan ketentuannya.

Niat Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap Bahasa Arab dan Artinya

Bagi setiap individu muslim itu terdapat sebuah kewajiban meskipun itu hukum dan bentuknya fardhu kifayah yaitu bersegera untuk memandikan jenazah berikut dengan tata cara doa dan niatnya. Dikatakan kewajiban karena memang dalam ajaran agama islam itu selain bisa beribadah secara individu, ada juga nilai ibadah yang berhubungan langsung dengan hak-hak sesama muslim lainnya seperti memandikan jenazah misalnya.

Dalam itu juga terdapat pula ketentuan yang memang sangat tergantung pada jenzaha tersebut apakah laki-laki ataupun perempuan, serta tentang bagaimana dan siapa saja yang berhak melaksanakan proses memandikan mayyit itu. Dan inilah penting kiranya apabil diketahui secara mendasar akan kedudukan dari hal-hal yang berhubungan erat dengan kepentingan muslim lainnya.

Ataupun dari segi kedudukan mayit tersebut, apakah mati secara wajar atau dalam pengertian tidak mati syahid, ataukah meninggalnya karena tenggelam bahkan bisa juga seorang mayit tersebut adalah seorang kafir. Nah pengertian tentang tata cara dari kedudukan mayit ataupun jenazah tersebut sangatlah penting diketahui agar sesuai dengan kaidah hukum dan tata cara mengurusnya sesuai yang diperintahkan dan di anjurkan dalam islam.

Demikian juga dengan segi pelaksanaan orang yang memandikannya ataupun dari hal-hal yang disunnatkan sebelum proses pengurusan mayyit tersebut dilangsungkan. diantaranya dengan mewudhukan mayyit itu sesuai dengan tuntunan dan tahapan ilmunnya sampai dengan membersihkan sesuatu yang menempel pada jasa mayit itu terutama terbebas dari hal-hal yang kotor juga dari hal yang najis.

Terutama ketika mayit akan segera di mandikan dan dibersihkan sesuai dengan anjuran dan aturan yang telah ditetapkan, termasuk diantaranya kewajiban orang-orang yang mengurus dan memandikan mayit. Tuntunan dan tahapan dari proses memandikan mayit itu adalah bagian penting dari sekian amalan-amalan ibadah yang senantiasa kita laksakanakan dan berhubungan langsung dengan hak-hak muslim lainnya.

Pelaksanaan ini dilakukan supaya mayit benar-benar ada dalam kondisi yang bersih dan suci sebelum pada akhirnya dilankutkan kepada proses mengkafani, menyolatkan sampai dengan menguburkannya. Bahkan disunnahkan untuk wudhu Bagi pemikul dan pengiring jenazah, tidak hanya sekedar membasuh kaki, tangan dan muka setelah selesai memandikan jenazah tersebut. Berikut Niat memandikan jenazah selengkapnya.

Niat Memandikan Mayit / Jenazah Laki-laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Latin : “Nawaitu Ghusla Adaa’an ‘An Haa-DzalL Mayyiti Lillahi Ta’aalaa”
Artinya : “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala”

Niat Memandikan Jenazah / Mayit Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin : “NawaitulL Ghusla Adaa’an ‘An Haadzihil Mayyitati Lillahi Ta’aaLaa”

Artinya : “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta’ala”

Niat tata cara memandikan mewudhukan, mengkafani, menyolatkan, menguburkan jenazah perempuan dan anak anak lengkap dengan tata cara mandi wajib bahasa arab dan artinya dengan gambarnya adalah tuntutan amalan terbaik bagi kita semua.