Tata Cara Bacaan Niat Panduan Sunnah Doa Sholat Idul Fitri

Dalam tata cara peribadahan tentu memiliki makna dan sarat tertentu yang bisa di rasakan oleh setiap orang yang menjalankannya, Termasuk dari masalah dan tata cara ibadah sunat seperti dari pelaksanaan ibadah idul fitri yang memiliki hukum sunta muakkad artinya sunat yang sangat di kuatkan dan di anjurkan untuk melaksanakannya terutama dari niat dan panduan doa sholat idul fitri, dimana dalam pengamalannya tersebut secara keseluruhan itu tidak jauh dengan tata cara ibadah lainnya.

Namun sejatinya pelaksanaan ibadah idul fitri memiliki makna yang sangat istimewa sekali, mengingat itu merupakan pertanda akan masuknya dan kembalinya fitroh jiwa seoang manusi ayitu kesucian dan kebahagaiaan yang tiada hingganya, untuk itulah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan amalan di seputar idul fitri mulai dari mandi besar, shalat idul fitri, khutbah idul fitri dan yang lainnya itu adalah bagian penting dalam kesempurnaan beribadah selama satu bulan penuh di ramadhan.

Meskipun jika dilihat dari segi hukum ucapan idul fitri itu termasuk pada pengamalan sunnah, akan tetapi demi untuk meraih hasil yang optimal dan maksimal pada kebahagiaan yang tertuangkan pada hari besar itu adalah dengan melaksanakan amalan mandi sunnah tersebut. Selain itu juga efek dan dampak yang begitu besar bagi keseimbangan dan kesehatan jasmani dan rohani yang senantiasa menyambut dan mengisi momen yang sangat istimewa ini.

Baik dari segi pelaksanaan mulai dari pembacaan niat sampai dengan hal apa saja yang mesti dilakukan ketika proses mandi dilakukan, itu tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan mandi sunnah lainnya, hanya saja mungkin terdapat keunggulan yang terdapat pada pelaksanaan mandi sunnah idul fitri. Karena sebagaimana diketahui dalam setiap ajaran dan amalan islam itu terdapat keunggulan dan keistimewaan di dalamnya.

Gambar Niat Sholat Idul Fitri

Sedikit perbedaannya adalah ketika mendatangi sholat ied, kita disunnahkan mempercepatnya ketika idul adha dan tidak untk sholat idul fitri. Maksudnya adalah memberi kelonggaran dalam penyembelihan binatang qurban. Ketika idul fitri disunahkan makan dulu, tetapi ketika idul adha tidak. Kita disunahkan untk memperbanyak takbir setelah selesai sholat ketika idul adha sampai berakhirnya hari tasyrik, tetapi ketika idul fitri hanya 1 hari saja.

Dan tentunya keunggulan dan keistimewaan tersebut bisa dijadikan amalan terbaik bagi ketika semua dalam menjadikan idul fitri sebagai kesempatan terbaik untuk lebih memaknai hari raya tersebut. Dan disinilah peran yang sesunguhnya mengapa amalan ibadah sunnah tersebut selalu di anjurkan bahkan seoalh sudah menjadi amalan yang mesti dilakuakn sebelum mengerjakan amalan lainnya.

Adapun dari tata cara pelaksanaan mandi sunnah lebaran idul fitri ini mulai dari niat sampai dengan semua yang berhubungan dengan mandi sunnah tersebut, sebagaimana yang telah banyak di bahas dalam kajian ilmunya, dalam hal ini tertuang pada kitab-kitab fiqih. Dan berikut hal-hal yang berkaitan erat dengan tata cara pelaksanaan shalat idul fitri termasuk dari persiapan khususnya:

Niat mandi Idul Fitri

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitul Ghusla Liyaumi ‘Iiedil Fithri Sunnatan Lillahi Ta’aaLaa”

Artinya: “Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Shalat Idul Fitri
1. Niat Sholat Idul Fitri

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Latin : “Usholli Rok’ataini Sunnatal Idil Fitri Malmumn/Imaman Lillaahi Ta’alaa”

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

2. Takbiratul ihram, Dimana setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

3. Membaca Surat al-Fatihah. setelah itu dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

4. Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

5. Setelah salam, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah.Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah mengungkapkan:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

Artinya : “Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Hukum Shalat Idul Fitri
Itu adalah sunnat muakkad (Sunat yang di kuatkan) berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab Fathul Qarib :

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وتشرع جماعة ولمنفرد ومسافر وحر وعبد وحنثى وامرأة لاجميلة ولاذات هيئة

Artinya : “Shalat dua hari raya (idul fitri dan idul adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun diperjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang tidak modis”.

Waktu Shalat Idul Fitri
Yaitu mulai terbitnya matahari sampai dengan matahari bergeser dari tengah langit (lingsir Jw). Afdhalnya shalat ied diakhirkan sehingga matahari naik kadar satu tombak. Sunnahnya shalat idul Fihtri diakhirkan, sementara shalat idul adha diajukan.

Hal itu karena hadits yang driwayatkan oleh Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Hazm dari bapaknya dari kakeknya, sesungguhnya Rasullullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menulis kepadanya, bahwasanya agar dia memajukan iedul adha dan mengakhirkan idul fithri. Dengan keterangan pada kitab Muhadzdzab (Majmu 5/3) di terangkan:

ووقتها ما بين طلوع الشمس إلى ان تزول والافضل ان يؤخرها حتى ترتفع الشمس قيد رمح والسنة أن يؤخر صلاة الفطر ويعجل الاضحي لما روى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كتب له ” أن يقدم الاضحي ويؤخر الفطر

Tempat dan Jam Shalat Idul Fitri
Rasullullah SAW yang menyatakan bahwa shalat idul fitri di sebuah tanah lapang lebih afdhol daripada shalat id dalam masjid, berikut penerangannya :

رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya : “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.” (HR Abu Said)

Namun jika memiliki uzur seperti hujan, dan tidak adanya tanah lapang disekitar tempat tinggal anda maka shalat id boleh dilaksanakan di dalam masjid.

Tata cara bacaan niat panduan sunnah doa sholat idul fitri untuk anak ataupun doa mandi sebelum puasa adalah amalan sunnah terbaik pada hari raya tersebut. Sehingga dengan aktivifitas amalan terbaik di saat hari raya lebaran ini atau lebih tepatnya mengetahui akan niat sholat idul fitri tentu secara nilai peribadahan dan keunggulanya itu mudah di dapatkan bagi kita semua yang melaksanakannya.