Keutamaan Niat Shalat Sunnah Rawatib dan Waktu Pelaksanaannya

Salah satu amalan penting yang di kerjakan sehari-hari adalah shalat sunat rawatib, Dimana sholat ini di laksanakan sebelum dan sesudah shalat fardhu, Sangat di anjurkan sekali untuk melaksanakan shalat ini, Karena memang amalan sunat itu sebagai penyempurna bagi amalan fardhu, begitu pula dengan shalat rawatib yang memang sangat di anjurkan sekali untuk di amalkan oleh setiap individu umat islam.

Secara pengertian shalat shalat sunnah rawatib adalah ibadah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, baik qabliyah (dilakukan sebelum shalat fardhu) maupun ba’diyah (dilakukan setelah shalat fardhu). Di antara beberapa waktu pelaksanaan shalat sunnah Rawatib adalah empat rakaat sebelum Ashar, empat rakaat sebelum dan setelah Zuhur, dua rakaat sebelum dan setelah Maghrib, dua rakaat sebelum dan setelah Isya’, dan dua rakaat sebelum subuh. Terkait tata cara pelaksanaannya, sedikit pun tak berbeda dengan shalat pada biasanya, kecuali dalam urusan niat.

Hikmah dan manfaat dari orang yang selalu dawam shalat rawatib adalah terhadap masalah ukhrowi seseorang antara bahagia dan tidak bahagia. Dan masih banyak lagi hikmah lain yang bisa di rasakan bagi seorang muslim yang selalu mengamalkan shalat sunat Rawatib, Bahkan sunatnya pun itu Muakkad artinya amalan sunat yang kuat dan sangat di anjurkan berdasarkan beberapa keterangan Alhadits.

Keutamaan Niat Shalat Sunnah Rawatib dan Waktu Pelaksanaannya

Satu kelebihan dari amalan ibadah yang bisa didapatkan dan dilakukan oleh setiap muslim pada pelaksanaan amalan ibadahnya adalah dengan melaksanakan amalan sunnat. Dan pada amalan sunnat tersebut terdapat amalan yang sangat di kuatkan dan di anjurkan oleh Baginda Rasululloh S.A.W yaitu sholat sunnat rawatib. Dimana secara definisi sholat sunnat rawatib adalah sholat sunnat yang dilakukan sebelum dan sesudah sholat fardlu.

Namun dalam segi pelaksanaan itu tidak semua sebelum dan sesudah sholat fardlu bisa di lanjutkan dengan sholat sunnat rawatib, ada yang bisa qobla ataupun sebelumnya, ada juga yang sebelum dan sesudahnya saja. Hanya sholat ashar dan sholat shubuh saja yang hanya ada sholat sunnat rawatib qobla, adapun untuk tiga sholat fardlu lainnya yaitu sholat szuhur, magrib dan juga isya itu bisa dilakukan sholat sunnat rawatib baik sebelum maupun sesudahnya.

Adapun soal jumlah rakaatnya tersebut itu berbeda-beda diantaranya sholat sunnah qobliyah subuh (sholat sunnah fajar) jumlahnya roka’at 2 roka’at, Sholat sunnah dzuhur (qobliyah dan ba’diyah) jumlah roka’at dan hukumnya itu berbeda pendapat menurut Ulama fiqih 4 roka’at qobliyah dzuhur, 2 roka’at muakkadah dan 2 roka’at ghoiru muakkadah, 4 roka’at ba’diyah Dzuhur, 2 roka’at muakkadah dan 2 roka’at ghoiru muakkadah dan pendapat Imam Ghozali yaitu 4 roka’at qobliyah dzuhur serta hukumnya sunnah muakkadah.

Sementara pada sholat sunnah qobliyah ashar itu jumlahnya 4 roka’at dan hukumnya itu berbeda pendapat, sunnah muakkadah menurut Imam Ghozali dan sunnah ghoiru muakkadah menurut Fuqoha (Ahli Fiqih). Dan sholat sunnah maghrib qobliyah dan ba’diyah nya itu jumlah roka’atnya itu 2 roka’at qobliyah maghrib serta 2 roka’at ba’diyah maghrib dan hukumnya ghoiru muakkadah. Sedangkan ba’diyah maghrib, Hukumnya sunnah muakkadah.

Sedangkan untuk sholat sunnah isya qobliyah dan ba’diyah itu jumlah roka’atnya menurut ulama Fiqih 2 roka’at Qobliyah Isya dan hukumnya ghoiru muakkadah dan 2 roka’at ba’diyah Isya itu sunnah muakkadah, Sementara menurut Imam Ghozali 4 roka’at Qobliyah Isya itu hukumnya ghoiru muakkadah tercantum dalam kitab Syarah Bidayatul Hidayah dan 4 roka’at ba’diyah Isya itu Sunnah Muakadah, tercantum dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Dan untuk tata cara pelaksanaannya sendiri itu tidak jauh berbeda dengan sholat sunnat mutlaq saja, hanya saja ada keutamaan dan keistimewaan tertentu dari setiap pelaksanaan sholat sunnat rawatib baik yang sebelum maupun yang sesudah sholat fardlu. Sebagaimana yang telah dijelaskan di beberapa kitab Fiqih yang memuat semua hal yang berhubungan langsung dengan sholat sunnat rawatib. Berikut niat sholat sunnat rawatib selengkapnya.

Niat Sholat Sunnah Qobliyyah Subuh (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli Sunnatash-shubhi Rok’ataini Qobliyyatan Musraqbilal Qiblati Lillahi Ta’aalaa”

Artinya : “ku niat melakukan shalat sunat sebelum subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Sunnah Qobliyyah Dzuhur (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli Sunnatazh-zhuhri Rok’ataini Qobliyyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’aalaa”

Artinya : “Aku niat melakukan shalat sunat sebelum dzuhur 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah Dzuhur (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli Sunnatazh-zhuhri Rok’ataini Ba’diyyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’aalaa”

Artinya : “Aku niat melakukan shalat sunat setelah dzuhur 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah Maghrib (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’aalaa”

Artinya : “Aku niat melakukan shalat sunat setelah maghrib 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah ‘Isya (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli Sunnatal ‘Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’aalaa”

Artinya : “Aku niat melakukan shalat sunat setelah ‘isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’ala”

Keutamaan niat shalat sunnah rawatib dan waktu pelaksanaan berikut dengan jumlah qabliyah dan ba’diyah hukum muakkad dan ghoiru muakkad juga macam macam niat sholat tahajud adalah salah satu amalan sunnah terbaik bagi kita semua.