Doa Sesudah Sebelum Bangun Mau Tidur Malam Islam Dan artinya

Tiada sebuah amalan dalam aktivitas keseharian umat manusia selain semuanya itu memiliki hikmah dan doa-doa tertentu, mulai dari hal terkecil sampai dengan aktivitas amalan besar. Semuanya mengandung doa masing masing yang selanjutnya terdapat hikmah-hikmah tertentu bagi orang yang mampu istiqomah dalam melaksanakan amalan yang di barengi dengan doa-doanya itu, Sehingga tidak hanya sebatas melakukan sebuah aktifitas namun ada nilai-nilai tertentu yang kelak akan berbuah pada sisi nilai amal ibadah dan amal shalih.

Termasuk dari semua adab-adaban atau tata cara pelaksanaan akan dan bangun tidur yang telah di contohkan oleh Baginda Rasulallah S.A.W sebagai suri tauladan bagi semua umatnya. Tata cara pelaksanaan amalan sebelum dan sesudah tidur tersebut merupakan sebuah cerminan ataupun akhlaq mulia yang nantinya bisa di jadikan sebagai rutinitas pasti yang bernilai ibadah serta mampu menyinari diri orang yang melaksanakan amalan tersebut, Sebagaimana yang telah banyak di terangkan di beberapa kajian agama.

Dan etika yang memang selama ini perlu untuk tetap dijaga dan dilaksanakan secara konsisten oleh setiap muslim dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya agar bisa bernilai ibadah di hadapan Alloh S.W.T, meskipun itu berawal dari hal yang biasa saja seperti membacakan doa dan bacaan misalnya yang mungkin sangat bermanfaat bagi hal lainnya seperti bisa mengetahuinya jadwal sholat ataupun semua amalan lain yang memang sangat di anjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap muslim di kesehariannya.

Sehingga tidak heran apabila memang etika dalam tidur tersebut menjadi salah satu bagian penting dari sunnah-sunnah Rasululloh S.A.W. yang semestinya di contoh oleh kita semua. Bahkan ada baiknya apabila keutamaan dan keafdholan dari etika tidur tersebut menjadi akivitas penting dalam keseharian kita, agar tetap bisa menjaga dan menunjang smeua kebutuhan kesehatan dzhahir dan bathin.

Gambar Doa Tidur

Selain tubuh sehat bugar dan tentunya semangat dalam menjalani kesibukan sehari-hari, tidur dengan secara dan sesuai dengan anjuran agama itu adalah hal yang bisa bernilai ibadah, apalagi jika tidur tersebut tujuannya untuk bisa memaksimalkan peribadahan yang tentunya sesuai dengan apa yang di anjurkan dan di sunnah oleh baginda Nabi kita tercinta sebagai panutan hidup bagi kita semua.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dari redaksi-redaksi kitab fiqih yang bersumber kepada hadits-hadits shohih itu terdapat delapan tata cara dan etika tidur Rasululloh S.A.W yang selalu dilakukannya secara istiqomah setiap harinya. Dan yang ke delapan itu diantaranya Tidur Menghadap kiblat dengan dua cara yaitu Dengan cara seseorang telentang pada tengkuknya, wajah dan bagian lekuk kedua kakinya dihadapkan kiblat, cara yang demikian bagi pria mubah dilakukan dan makruh bagi wanita.

Dan dengan cara kedua yaitu tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan sebagaimana orang yang meninggal diliang lahatnya”, tidur dengan cara ini dengan menghadapkan wajah dan tubuh bagian depan kearah kiblat. Selanjutnya adalah memperbanyak dzikir saat hendak tidur, Tidur dalam kondisi suci, Tulis pesan-pesanmu di bawah bantal, Tidurlah dalam keadaan mentaubati dosa, Jangan memaksa tidur, Persiapkan alat-alat yang digunakan untuk membersihkan diri saat bangun tidur serta yang tidak kalah penting adalah Berdoa

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Latin “Allaahumma Bismika Ahyaa wa amuutu” (Ya Allah, dengan Nama-Mu, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati). Dan apabila bangun, beliau membaca: “Alhamdulillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Amaatanaa Wailaihin Nusyuur”

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan)”. (HR. Muslim).

Dari keterangan yang yang dijelaskan tadi maka bisa diketahui pasti ada dua poin penting yang senantiasa bisa dilakukan bagi seorang muslim, baik ketika akan menjelang tidur maupun setelah bangun dari tidur itu sendiri.

Etika Mau Tiduer Menurut Islam
1. Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur
2. Tidur dini atau tidur lebih awal
Berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Radhiallaahu anha Bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat.(Muttafaq `alaih)

3. Disunnahkan berwudhu sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: Apabila kamu akan tidur, maka berwudhu lah sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan… Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.

4. Disunnahkan mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring
Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya… Di dalam satu riwayat dikatakan:tiga kali. (Muttafaq `alaih).

5. Makruh tidur tengkurap
Abu Dzar Radhiallaahu anhu menuturkan :Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

6. Makruh tidur di atas dak terbuka
Bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya”. (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

7. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur
Dari Jabir Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda:
Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman. (Muttafaq¡¯alaih).

8. Membaca ayat Kursi
Dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

9. Membaca do`a-do`a dan dzikir
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , seperti : “Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu”. Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

10. Membaca doa
“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup” (HR. Al Bukhari)

Doa Mau Tidur

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

Latin: “Allohumma Bismika Ahyaa Wabismika Amuutu”
Artinnya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami”

Doa Bangun Tidur

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Latin: “Alhamdulillahi lladzi Ahyaana Ba’da Maa Amaatana Wailahinusyur”
Artinya: ” Segala Fuji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami dan sesudahnya kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan”

Hendaknya apabila bangun tidur membaca
” Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan” (HR. Al-Bukhari)

Dan apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnahkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini :
“Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

Amalan dari doa tidur itu adalah salah satu cara terbaik yang sudah dianjurkan bagi setiap umat muslim untuk lebih memahami betapa pentingnya amalan doa sesudah sebelum bangun mau tidur malam islam dan artinya ini.