Doa Bacaan Tahiyat Akhir Awal Lengkap Tasyahud Sebelum Salam

Semua hal yang berhubungan dengan permasalahan penting dalam segi pelaksanaan amalan ibadah adalah sebauh keharusan yang senantiasa di ketahui dan di pahami oleh setiap individu umat islam, termasuk dari pembelajaran pasti dari hafalnya terhadap bacaan doa tahiyat akhir dalam shalat yang salah satu di antaranya sudah menjadi bagian rukun shalat baik untuk shalat fardu maupun yang sunat.

Selain mampu mengerjakan semua hal yang berhubungan dengan tata cara pelaksanaan sholat, seseorang yang mau mnegerjakan sholat tersebut juga harus mengetahui semua hal-hal yang berhubungan dengan nya bahkan menjadi pokok dari tata cara pelaksanaan sholat tersebut. Seperti dalam hal mengetahui dan menguasai secara pembacaan lapadz serta pemaknaan dari bacaan tahiyat akhir sesuai dengan sunnah.

Dan penting kiranya bagi setiap individu muslim untuk lebih mengetahui semua hal yang berhubungan dengan sholat, baik dari pelaksanaan secara mendalam dari tata caranya seperti bacaan tahiyyat ataupun tasyahud akhir ini maupun yang berhubungan dengan pelaksanaan di luar sholat seperti mengetahui dari jadwal sholat yang memang sangat menentukan terhadap pelaksanaan sholat itu sendiri di setiapp waktunya.

Dimana secara pemakanaan arti kata daripada doa tahiyat akhir ini adalah penghormatan, karena pada rangkaian bacaannya tersebut terdapat kalimah Attahiyyat dan seterusnya yang mengandung makna penghormatan para malaikat kepada Baginda Rasululloh S.A.W ketika sedang melaksanakan perjalanan isro mi’raj. Ada juga yang dikenal denga istilah Tasyahud akhir, dikatakan demikian karena memang pada kalimah selanjutnya terdapat pula kalimah Asyhadu yang secara pengertiannya itu adalah kesaksian.

Gambar Doa Tahiyat

Baik yang menggunakan kalimah tahiyyat maupun tasyahud itu sama saja, yang paling penting adalah mengetahui letak dari dasar pembacaan lapadz-lapadz yang ada tahiyyat akhir itu sendiri sesuai dengan hukum dan ilmunya. Sebab jika tidak sesuai dengan anjuran dkaidah ilmunya tersebut, maka hukumnya itu tidak syah, itu artinya jika tahiyyat akhirnya tidak sah maka secara otomatis sholatnya juga tidak syah.

Untuk itu penting sekali pada pelaksanaan tahiyyat akhir ataupun tasyahud akhir tersebut menguasai secara praktek dari segi bacaan dan penempatan posisi duduknya agar sesuai dengan makan yang tersirat pada sholat yang telah di contohkan oleh baginda Rasululloh S.A.W. Sebab pada pelaksanaannya itu terdapat juga bacaan-bacaan yang termasuk pada rukun sholat seperti membaca sholawat ibrohimiyyah, membaca salam pertama begitu juga dengan tahiyyat akhir itu sendiri.

Ada juga hal yang penting untuk diketahui secara pemaknaan dari pelaksanaan tahiyyat akhir itu seperti dari adanya pengangkatan jari telumjuk, meskipun itu pangkatnya tidak wajib. Dimana itu dinamakan musabbihah karena dia adalah jemari yang digunakan untuk memberikan isyarat pada tauhid dan penyucian Allah dari segala kesyirikan, dan dalam tasyahhud (tahiiyat) jari yang dipakai hanya jari penunjuk karena pertautannya dengan hati dalam arti didalamnya terdapat otot yang bertautan dengan hati, dengan demikian diharapkan dapat berakibat khusyu’nya seseorang dalam shalat.

Walhasil tata cara pengerjaan tahiyyat akhir ataupun tasyahud akhir ini memang sangatlah penting sekali sebab termasuk pada salah satu ruku sholat termasuk bacaan-bacaan didalamnya. Sehingga bisa dilaksanakan sesuai dengan anjuran dan kaidah ilmu serta ajaran sunnah yang shahih, sebagaimana yang telah dijelaskan dengan detail dalam kitab-kitab Fiqih.

Bacaan Tahiyyat Akhir

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Latin : “ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUT TOYYIBAATULILLAAH ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU ASSALAAMU’ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIINA. ASYHADU ANLAA ILAAHA IL-LALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH. ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN. KAMAA SHOL-LAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA WABAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN”

Artinya : “Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Bacaan Tahiyyat Awwal

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin : “ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUT TOYYIBAATULILLAAH ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU ASSALAAMU’ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIINA. ASYHADU ANLAA ILAAHA IL-LALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH. ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN.

Artinya : “Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya.

Cara Duduk Tasyahud Awal
Pada tasyahud awal, duduknya adalah secara Iftirasy, yaitu: duduk dengan melipat kaki kiri, meletakkan pantat di atas kaki kiri, menegakkan telapak kaki kanan serta menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat. Cara duduk seperti ini dilakukan oleh Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah.

“Beliau menjelaskan bahwa bila duduk dalam tasyahud awal, hendaklah dilakukan dengan thuma’ninah dan membentangkan paha kiri, lalu bertasyahud.” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad jayyid)

Dari Abi Humaid As-Sa’idiy, dia berkata: “Maka apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di raka’at kedua (tasyahud awal) beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya. Dan apabila duduk di raka’at yang terakhir (tasyahud akhir), beliau memajukan kaki kirinya dan menegakkan kaki (kaki kanan) dan duduk di atas tempat duduknya.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud)

Cara Duduk Tasyahud Akhir
Pada tasyahud akhir, duduknya adalah secara tawaruk, yaitu: duduk dengan menghamparkan kaki kiri ke samping kanan, mendudukkan pantat di atas lantai, menegakkan kaki kanan serta menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat. Cara duduk seperti ini dilakukan oleh Imam Syafi’i.

Dari Abdullah bin Zubair radhiyallahu anhu, dia berkata: “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika duduk dalam shalatnya, meletakkan kaki kirinya di antara paha dan betisnya, dan meluruskan posisi kaki kanannya tepat di atas paha kanannya sambil mengangkat jari telunjuknya.” (HR. Muslim)

“Di dalam tasyahud akhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan duduk tawaruk.” (HR. Bukhari)

Berdo’a Sebelum Salam
Adanya do’a sebelum salam didasarkan pada hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyuruh orang yang shalat untuk berdo’a setelah membaca tasyahud: “Setelah membaca do’a ta’awudz, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang-orang yang shalat untuk memilih do’a-do’a yang dikehendakinya sebelum mengucapkan salam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Mas’ud tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarinya tasyahud, beliau bersabda:
“Kemudian hendaklah seseorang itu memilih do’a yang paling disenanginya, dan berdo’a [dalam suatu lafal: kemudian hendaklah ia memilih dari permohonan yang ia kehendaki]” (Muttafaq ‘alaih)

Doa bacaan tahiyat akhir awal lengkap tasyahud sebelum salam ini adalah amalan yang wajib diketahui oleh setiap muslim dalam sholat sekaligus menjadi intisari dari pengetahuan dasar dari doa tahiyat itu sendiri sesuai dengan pemaknaannya.