Tata Cara Niat Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Latin Lengkap

Sangat di anjurkan bagi seorang muslim untuk mengawali aktivitas kesehariannya dengan melaksanakan sebuah amalan penting salah satunya dengan shalat dhuha atau shalat sunat di pagi hari semenjak matahari terbit sampi menjelang waktu dhuhur tiba. Sebab terdapat rahasia dan khasiat tertentu di balik pengmalan ibadah shalat sunat dhuha itu sebagaimana banyak keterangan al hadits yang menerangkannya.

Salah satu amalan ibadah yang sangat di anjurkan bahkan sudah menjadi bagian daripada sunnat Rasul adalah melaksanakan sholat dhuha. Disebut dengan dhuha karena memang waktu pelaksanaannya itu dilakukan setelah terbit fajar sampai dengan datangnya waktu dzuhur. Bahkan dalam masalah waktu dhuha ini para ulama fuqohaa atau ulama ahli fiqih membagi pada dua bagian waktu untuk pelaksanaannya.

Yang pertama waktu sughro yaitu waktu dalam pelaksanaannya itu pada awal sampai pertangahan hari, selanjutnya waktu kubro yaitu waktu melaksanakan ibadah sholat dhuha sesaat menjelang sholat dzuhur tiba sekitar jam sebelas lebih. Nah, meskipun hukum dan pangkatnya itu sunnat, tetapi kalau berbicara soal fadhilah dan doa sholat dhuha bahkan keunggulan daripada sholat dhuha tersebut itu sangatlah besar pada adanya perubahan sisi pribadi seseorang.

Selain wujud daripada syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Alloh S.W.T, dhuha juga nerupakan bukti dari adanya nilai penghambaan seorang manusia dalam setiap akan melakuakn aktivitas di siang harinya untuk melakukan sholat dhuha sesuai dengan anjuran rasululloh S.A.W. Dan inilah rupanya yang menjadikan sholat dhuha selalu senantiasa masuk pada bagian terpenting agenda harian seorang muslim.

Gambar Doa Sholat Dhuha

Tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan ibadah sholat lainnya, sholat dhuha juga mempunyai kaifiat atau ketentuan yang berhubungan langsung didalamnya, mulai dari waktu pelaksaanaan, tata cara serta do’a setelah sholat dhuha. Hal ini di atur karena memang jika ibadah tidak sesuai dengan syarat, rukun dan pembatalannya, maka itu tidak akan diterima sebagaimana yang telah dijelaskan dengan detail dalam kitab-kitab fiqih.

Selain beribadah, ternyata sholat dhuha juga memiliki fadhilah ataupun keunggulan yang senantiasa bisa dirasakan langsung oleh yang melakukannya, baik yang berpengaruh pada masalah ruhaninya maupun dari dampak kesehatan serta karirnya. Hal ini diperkuat dengan adanya penuturan sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Muslim berikut redaksinya.

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim). Berikut tata cara bacaan doa niat sholat dhuha selengkapnya.

Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Tata Cara Sholat Dhuha
1. Niat
2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
5. Ruku’ dengan tuma’ninah
6. I’tidal dengan tuma’ninah
7. Sujud dengan tuma’ninah
8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
11. Membaca surat Al Fatihah
12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
13. Ruku’ dengan tuma’ninah
14. I’tidal dengan tuma’ninah
15. Sujud dengan tuma’ninah
16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
19. Salam

Niat Sholat Dhuha

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: ” Ushollii sunnaatadluhaa rak’ataini mustaqbil alqiblati adaa-a llillaahi ta’aala.”
Artinya “Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.

Catatan : Kalau mau 4 rakaat sekaligus bisa mengubah bacaan niat 2 rakaat menjadi 4 rakaat dengan menyebut ‘arbaa’ata rok’ataini.

Doa Sholat Dhuha

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin : Allahumma Innadh Dhuha-a Dhuhaa-uka, Wal Bahaa-a Bahaa-uka, Wal Jamaala Jamaaluka, Wal Quwwata Quwwatuka, Wal Qudrota Qudrotuka, Wal Ishmata Ishmatuka. Allahumma Inkaana Rizqii Fis Samaa-i Fa Anzilhu, Wa Inkaana Fil Ardhi Fa Akhrijhu, Wa Inkaana Mu’asaran Fayassirhu, Wainkaana Haraaman Fathahhirhu, Wa inkaana Ba’idan Faqoribhu, Bihaqqiduhaa-Ika Wa Bahaaika, Wa Jamaalika Wa Quwwatika Wa Qudrotika, ‘Atinii Maa Ataita ‘Ibaadikasholihiin.

Artinya : “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Penjelasan mengenai tata cara niat bacaan doa setelah sholat dhuha latin lengkap serta dzikir setelah sholat dhuha keutamaan rakaat begitu juga doa rahasia sholat dhuha mp3 ini, tentunya di ambil dari beberapa sumber dan redaksi shahih kitab fiqih. Semoga saja bermanfaat dan dapat mengamalkannya.