Niat Bacaan Doa Buka Puasa Dan Waktu Makan Sahur Sesuai Sunnah

Terdapat sebuah amalan penting bagi segenap umat islam yang berpuasa baik siang maupun maupun malam, Diantaranya adalah mengamalkan doa, niat buka puasa dan doa sahur puasa. Terutama niat puasa itu hukumnya wajib di bacakan pada malam hari, artinya jika tidak memakai niat tersebut maka puasa itu hukumnya tidak sah dan harus di qodlo (Ganti), meskipun karena terlupa apalagi sengaja, dan kewajiban berpuasa selama satu hari dari lupa niat puasa semalam harus tetap dilaksanakan.

Oleh karena itulah sangat penting untuk lebih berhati-hati dalam niat puasa, makanya kebanyakan niat puasa itu di bacakana setelah mengerjakan shalat tarawih dengan tujuan agar tidak sampai lupa akan niat puasa itu sendiri. Adapun doa buka puasa dan doa sahur doa qunut itu hukumnya sunat, namun sangat di anjurkan. Jika buka puasa harus di segerakan, adapun sahur itu sunnahnya di akhirkan, Sehingga orang berpuasa tidak hanya mendapat pahala wajib saja, akan tetapi pahala sunah pun bisa di dapat.

Terlebih di bulan suci ramadhan sendiri begitu banyak amalan-amalan lain dengan waktu yang istimewa dalam segi pelaksanaan, dari pada itulah senantiasa orang yang berpuasa bisa memanfaatkan kesempatan yang luar biasa ini guna menambah semua amalan ibadah selama berpuasa satu bulan penuh. Sebagaimana yang banyak di jelaskan dalam keterangan dan fatwa Ulama.

Gambar Doa Buka Puasa

Sah dan tidak shah nya sebuah amalan itu sangat tergantung pada peletakan dan penempatan pelapadzan niatnya yang berhubungan langsung dengan amalan ibadah Karena hal itu berkaitan erat dengan pentingnya mengevaluasi niat di semua bentuk ibadah. Oleh sebab itulah penting kiranya selain mampu mengintropkesi kembali niat tersebut, secara peletakan dan pemantapan apa yang sudah di niatkannya itu seyogyanya telah sesuai dengan apa yang telah di perintahkan terutama dari amalan ibadah wajib.

Jangan sampai semua ibadah itu salah mengartikan dari kedudukan niatnya, sebab hal itu sangat penting mengingat niat merupakan kunci dalam beribadah dengan pengertian salah menempatkan niatnya maka salah dan tidak sah pula dari segi pelaksanaan ibadahnya tersebut, semua tergantung niat dan pastinya sahnya semua amalan itu tergantung pada niatnya itu sendiri. Terutama pada pengucapan niat dalam ibadah-badah tertentu seperti pada puasa di bulan suci ramadhan yang waktu pembacaan niatnya selama di malam hari.

Dari makna itulah menata kembali apa yang menjadi sebuah kewajiban dalam pelaksanaan ibadah terlebih khusus dalam masalah niat baik di tujukan pada pelaksanaan ibadah fardhu ataupun yang hukumnya sunat seperti ketika membacakan pada shalat shubuh. Semuanya harus di evaluasi kembali dari pengucapan niatnya agar sesuai apa yang telah di syariatkan dalam agama jangan sampai salah memposisikan niat tersebut karena itu justru akan membuat ibadah menjadi tidak syah.

Sehingga perlu di garis bawahi bahwa dalam pengamalan ibadah puasa tersebut haruslah sesuai dengan sunnah Rasul, agar dari awal pelaksanaan mulai dari niat puasa sampai dengan datangnya waktu berbuka puasa dan yang berkaitannya seperti waktu sahur, ibadah sholat sunnat malam selama berpuasa dan yang lainnya sesuai dengan apa yang di contohkan oleh Baginda Rasululloh S.A.W. Sebagimana yang telah dijelaskan dari beberapa keterangan dalil baik yang bersumber dari Alquran, Assunah yang di perjelas dan diperinci ooleh qaul para Ulama.

Apalagi saat ini bagi kaum awwam ataupun siapa saja yang mungkin belum mengerti secara jauh dan luas tentang arti kapan berpuasa itu dilakukan atau yang lebih dikenal dengan istilah puasa dzahaba kini sudah tersedia beberapa media yang menunjang semua kebutuhan berpuasa seperti gambar dari tutorial amalan berpuasa sampai dengan waktu ataupun jam pelaksanaan ibadah puasa tersebut. Sehingga dengan hadirnya media tersebut tidak hanya bisa memfasilitasi akan tetapi setidaknya bisa memberikan kemudahan bagi kaum awwam bagaimana cara melaksanakan ibadah puasa tersebut sesuai dengan sunnah rasul.

Begitu pula dengan hal yang tidak kalah penting lain dari pelaksanaannya seperti membacakan niat dan doa puasa “Allahumma laka sumtu beserta arti dan tujuannya, yang biasa dilakukan sebelum waktu sahur dan sesudah waktu magrib datang. Di ketika maka wajib bagi setiap orang yang berpuasa untuk mengucapkan niatnya. Karena jika niatnya lupa maka, amalan puasa nya tidak syah, untuk itu penting sekali mengetahui hal-hal yang berkaitan langsung dengan tata cara pengamalan ibadah puasa seperti yang di ulas dengan lengkap dibawah ini.

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa Sunah Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Sunah Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Sunah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي

Niat Puasa Qodho/Ganti

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Muharram Atau Asyura

نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي

Niat Puasa Sunah Tanggal 1 – 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Daud

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Niat Puasa Nazar

نَوَيْتُ صَوْمَ النَّذَرِ لِلَّهِ تَعَالىَ

Doa Buka Puasa

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: “Allahumma Lakashumtu Wabika Aamantu Wa’alaa Rizqika Afthortu Birohmatika Yaa Arhamar Roohimiin”

Artinya: “Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih”.

Adapun untuk pelaksanaan dari pengamalan doa ketika sahur itu bisa merujuk kepada keterangan hadits dengan keterangan berikut ini.

Waktu Makan Sahur
Waktu makan sahur Sahur yang paling utama telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Kami pernah makan sahur bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian beliau berdiri shalat. Lalu aku bertanya, “Berapa lama jarak antara Adzan dan Sahur?” Beliau menjawab, “Sekadar membaca 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم تسحروا فإن في السحور بركة. متفق عليه
أن البركة في السحور تحصل بجهات متعددة وهي أتباع السنة ومخالفة أهل الكتاب والتقوى به على العبادة والزيادة في النشاط ومدافعة سوء الخلق الذي يثيره الجوع والتسبب بالصدقة على من يسأل إذ ذاك أو يجتمع معه على الأكل والتسبب للذكر والدعاء وقت مظنة الإجابة وتدارك نية الصوم لمن اغفلها قبل أن ينام

Artinya: “Dari sahabat Anas Bin Malik Ra, beliau berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah”. (HR. Muttafaqun ‘alaih)”.

Demikianlah pentingnya kembali menata niat yang menjadi sumber terhadap sahnya sebuah amalan ibadah, termasuk dari mengutamakan apa yang menjadi sebuah anjuran seperti ketika membacakan doa buka puasa yang sangat di najurkan untuk di laksanakannya, dengan tujuan pastinya adalah mengharapkan keridhoan dari Allah S.W.T sebagai wujud dari pada nilai seorang hamba yang beriman dan bertaqwa kepadanya.