Dalil Pengertian Manfaat dan Keutamaan Niat Puasa Asyura

Istilah yang memang merujuk pada sebuah amalan di bulan-bulan tertentu seperti puasa asyura adalah salah satu dari sekian banyak amalan sunah yang bisa di optimalkan lebih bagi setiap individu muslim, mengingat ada rahasia dan hikmah tertentu di balik tata cara pelaksanaanya sebagaimana yang telah banyak di terangkan dalam sebuah hadits begitu pula keterangan para Ulama yang menuturkan.

Ada banyak amalan sunnah yang sangat di anjurkan oleh Baginda rasululloh S.A.W bagi umatnya, salah satunya melaksanakan ibadah puasa asyuro ataupun berpuasa pada tanggal 10 bulan Muharram. berpuasa pada hari tersebut terdapat keutamaan dan keunggulan lebih, bahkan setidaknya ada dua belas amalan sunnah yang sangat di anjurkan pada hari tersebut.

Dari istilah puasa asyuro itu maka ada juga yang disebut dengan puasa arafah pada tanggal 9 dzulhijjah dan puasa tarwiyyah pada tanggal 8 dzulhijjah, yang semuanya itu merupakan salah satu bagian terpenting dari sunnah rasul yang senantiasa bisa dilaksanakan oleh umatnya. Dan tentunya pula dari ketiga puasa sunnah tadi yaitu puasa asyura, arofah juga tarwiyah terdapat rahasia dan keunggulan penting didalamnya.

Terlebih khusus untuk puasa asyuro sendiri, Rosululloh SAW. pernah ditanya perihal tersebut, dan beliau menjawab: “(puasa ‘asyuro) menjadi kifarat (dosa) satu tahun yang telah lalu”. Adapun puasa ‘arofah (9 dzulhijjah) mengkifarati (dosa) untuk dua tahun (satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan), sementara puasa ‘asyuro mengkifarati untuk satu tahun kebelakang saja, itu karena puasa ‘arofah adalah hari Nabi kita Muhammad SAW., sementara puasa ‘asyuro adalah hari para Nabi AS.

Dalil Pengertian Manfaat dan Keutamaan Niat Puasa Asyura

Selain Nabi Muhammad SAW. Dimana Nabi kita Muhammad SAW. adalah afdlolul anbiya, (dengan keunggulan itu) maka harinya (‘arofah) sebanding untuk dua tahun. (dan juga kenapa puasa ‘arofah punya nilai lebih daripada puasa ‘asyuro yang notabene puasa ‘asyuro memiliki beberapa kelebihan menyangkut kisah para Nabi) karena kelebihan (pada diri para Nabi) tidak menuntut (berimplikasi) kepada kefadlihan (yang bisa mengalahkan kefadlihan Nabi Muhammad SAW). Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits.

Adapun amalan penting selain berpuasa di hari asuro itu sebagaimana yang telah di mufakati oleh para ulama salafusholih yang menuturkan bahwa terdapat dua belas amalan yang sangat bermanfaat dan mengandung hikmah bagi orang yang melaksanakannya. Diantaranya sholat, dan yang paling utama adalah sholat tasbih, Puasa, Sodaqoh, Memberi keleluasaan kepada keluarga (seperti dengan memberi nafkah lebih dari hari-hari biasanya)

Mandi, Mengunjungi orang ‘alim yang solih, Menengok orang sakit, Mengusap kepala anak yatim, Bercelak, Memotong kuku, Membaca QS. Al ikhlash 1.000 kali dan juga Silaturahim. Dan semua amalan sunnah tersebut senantiaa menjadi aktivitas penting dan terbaik bagi umat islam dalam menjadikannya itu sebagai sebuuha anjuran untuk meriah kebahagiaan yang tercermin dari keberkahan berpuasa di hari asyuro itu. Berikut doa dan niat puasa asyuro, puasa arofah dan puasa tarwiyah lengkap dengan artinya.

Bacaan Nita Puasa Asyura (10 Muharram)

نويت صوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالى

Dibaca : Nawaitu Shouma Fii Yaumi A’asyuuro Sunnatan lillaahi Ta’aala

Artinya : Niat saya berpuasa dihari A’syura Sunnat karena Allah Ta’aala

Bacaan Nita Puasa Tasu’a (9 Muharram)

نويت صوم في يوم تسوعاء سنة لله تعالى

Dibaca : Nawaitu Shouma Fii Yaumi Tasuu’a Sunnatan lillaahi Ta’aala

Artinya : Niat saya berpuasa dihari Tasuu’a Sunnat karena Allah Ta’aala

Adapun hadits tentnag di anjurkan dan keunggula dari puasa di hari asyuro itu redaksinya sebagai berikut:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : حين صام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عاشوراء وأمر بصيامه ، قالوا : يا رسول الله ! إنه يوم يعظمه اليهود والنصارى. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :” لئن بقيت إلى قابل ، لأصومن التاسع”…رواه مسلم

Artinya: “Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan Baginda menyuruh berpuasa pada hari tersebut. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya hari ini (‘Asyura) adalah hari yang dibesarkan oleh Yahudi dan Nasara.” Maka Baginda bersabda: “Sekiranya daku masih ada pada tahun hadapan , pasti daku akan berpuasa juga pada hari sembilan (9 Muharram).” (Riwayat Imam Muslim)

Penjelasan tentang dalil pengertian manfaat dan keutamaan niat dalil puasa asyura atau puasa tasu’a serta puasa asyura jatuh pada tanggal tidak jauh berbeda dengan waktu sholat dhuha yang memang kedua-duanya memiliki waktu masing-masing. Semoga bermanfaat dan bisa mengamalkannya.