Bacaan Niat dan Doa Puasa Idul Adha Arab Latin dan Artinya

Ada beberapa point penting ketika hari raya idul adha tiba, terutama dua hari sebelum hari H,Tarwiyah dan arafah yang merupakan amalan berpuasa sunat yang sangat di anjurkan, karena selain memiliki pahala besar juga berpuasa pada hari itu adalah salah satu sunnah Nabi yang di anjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap umatnya, pun begitu dari amalan lain ketika datang hari idul adha.

Ada juga yang mengatakan niat puasa idul adha, atau lebih tepatnya puasa pada tanggal 8 dzulhijjah (puasa tarwiyah) dan berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa arafah. Banyak keterangan-keterangan yang bersumber pada Alquran dan Alhadits dan di perjelelas oleh para Ulama tentang pahala besar menunggu bagi siapa saja umat islam yang berpuasa di kedua hari tersebut.

Begitu pula ketika niat dan doa puasa idul adha yang merupakan kunci di balik pengamalan kedua tersebut seyogyanya kita harus mengetetahui baik secara ucapan terlebih bisa menghayati dan mengemalkanya. hal inilah yang tentunya bisa kita jadikaan rutinitas menjelang kedua hari tersebut tiba, guna bisa mendapatkan keberkahan yang ada di balimk pelaksanannya itu.

Bacaan Niat dan Doa Puasa Idul Adha Arab Latin dan Artinya

Idul adha yang merupakan salah satu hari besar bagi umat islam yang didalam hari tersebut terdapat keunggulan dan keistimewaan bagi orang yang merayakannya dengan berbagai amalan ibadah, atau lebih tepatnya dengan melaksanakan amalan ibadah puasa sunnat dua hari berturut-turut sebelum tanggal 10 dzulhijah tiba, atau biasa dikenal dengan nama puasa arofah dan puasa tarwiyyah.

Kedua amalan puasa sunnat tersebut merupakan salah satu bagian dari sunnah rasul yang sangat di anjurkan bagi ummatnya untuk senantiasa dilaksanakannya. Untuk itu kita sebagai umat beliau tercinta patut kiranya untuk lebih mengindahkan anjuran tersebut dengan menjadikan puasa arafah dan puasa tarwiyyah atau sebagai washilah atau perantara untuk meraih kebahagiaan khususnya pada saat perayaan idul adha tersebut.

Terdapat hikmah dan keunggulan dari adanya ibadah di bulan dzulhijjah terhitung sejak tanggal pertama sampai dengan tanggal 10 dzulhijjah diantaranya, sebagaimana yang telah dijelaskan pada sebuah hadits berikut ini.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

Untuk itu penting kiranya mengetahui dan memahami makna yang hadir dari pelaksanaan pengamalan ibadah khususnya dari tanggal satu sampai denga tanggal 10 dzulhijjah. Karena pada saat itu terdapat nilai hikmah yang begitu besar bagi setiap muslim yang terlahir dari mampunya menjadikan sunnah Nabi tersebut sebagai amalan penting dalam mengisi aktivitas di 10 hari pertama di bulan hajji pad khususnya. Seperti yang ada pada keistimewaannya berikut ini.

Hari 1 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam as. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah swt akan mengampuni segala dosanya. Di hari 2 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

Selanjutnya di hari 3 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah swtakan mengabulkan segala do’anya. Dan pada hari 4 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan. Begitu juga di hari 5 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur.

Adapun untuk Hari 6 bulan Dzulhijah adalah hari dimana Alloh swt.membuka pintu kebajikan untuk Nabinya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Alloh dengan penuh Rahmat dan tidak akan diadzab. Serta pada hari 7 dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

Hari 8 dzulhijjah adalah hari Tarwiyah. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt. Hari 9 dzulhijjah adalah hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Serta hari 10 dzulhijjah adalah hari raya Iedul Qurban. Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak anak dan istrinya.

Niat Puasa Sunah Tanggal 1 – 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati Sunnatan Lillahi Ta’aalaa”

Artinya :”Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan Lillahi Ta’alaa”

Artinya : “Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma ‘Arofata Sunnatan Lillahi Ta’alaa”

Artinya :”Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala”

Bacaan niat dan doa puasa idul adha dan idul fitri puasa asyura arab latin dan artinya atau niat puasa dzulhijjah 10 hari yaitu asyura dan tarwiyah serta jumlahan dari berapa hari pelaksanaannya di hari pertama dan kedua itu merupakan bagian dari amalan penting dalam menyambut kedatangan hari raya idul adha.